Senja masih beradu, menggelitik makna lewat hias
Teriakan nan permai mengetuk lewat hati
Menanti pesan bersahut
Hingga fajar kembali lahir dalam khayal
Jika hari ini hadir tanpa tuan
Cukup kita saja pemilik jagad
Mendungu dalam peraduan
Pagi begitu saja mulai memanggil
Berdiam, menunggu pergantian
Bertahan meski waktu kian terulur
Jiwa masih saja meronta ronta nan berbisik
Sepi diisi lewat kata tanpa hati
Rinai hujan enggan jadi mata
Meski angin terus saja memanggil
Bisikan sungai mulai mendayu
Gertakan air menakut-nakuti
Kalbupun terasa beku
Jika diam mampu jadi obat, pesakitan tak ada
Bukan bibir yang jadi wakil
Hati mati melalui suara
Bila langit tak hadir.

No comments:
Post a Comment