Kupikir mampu melupakannya, ternyata aku salah. Kebersamaan kami dulu meninggalkan bekas di sudut termanis hatiku. Episode yang pernah kami lewatkan terasa begitu pahit untukku melupannya, bahkan aku sendiri tak peduli apa dia merasakan hal yang sama denganku, namun tetap saja aku berharap suatu hari takdir mampu mempertemukan kami lagi.
Ya Rabb, sungguh aku masih mengharapkannya, di dalam relung hatiku ini masih ada ruang untuknya. Terkadang kupertanyakan, mengapa kebersamaan dengannya seolah berlalu begitu cepat, namun kupikir ini adalah jalan terindah yang Kau siapkan untukku dan dirinya, tak mengapa.
Duhai yang tercinta yang pernah hadir di sini bersamaku, terima kasih telah membuat hari-hariku lebih indah walau sangat singkat. Biarlah semua berjalan seperti sedia kala, seperti saat kau dan aku tak pernah saling mengenal, tak pernah bertemu dalam sebuah skenario Tuhan.
Mungkin, kau telah bersama yang lain atau sedang merindukan seseorang yang juga sama sedang merindukanmu di sana. Biarlah aku tetap menjaga kerinduan ini, kelak akupun mampu melanjutkan episode kisah ini meski itu bukan bersamamu.

No comments:
Post a Comment